Kamis, 03 November 2011

RD Siapkan Delapan Eksekutor Tendangan Bebas


Tiga hari menjelang laga menghadapi Kamboja diajang SEA Games XXVI, para pemain mulai difokuskan untuk konsentrasi.

Timnas U-23 Sea Games 2011

Menu latihan yang dipimpin pelatih Rahmad Darmawan (RD) pun lebih serius.
Tak hanya melakukan taktik dan strategi, RD juga telah menyiapkan beberapa pemain yang ditugaskan sebagai penendang free kick (tendangan bebas).
Karena, gol bisa saja tercipta melalui sebuah set piece yang baik.
"Kita ada beberapa alternatif pemain, sekitar delapan pemain yang kami siapkan, baik dari kaki kiri, maupun kaki kanan," ujar RD seusai memimpin latihan di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Jumat (4/11/2011).
Akan tetapi, RD enggan membeberkan siapa saja yang ditugaskan sebagai penendang dari bola-bola mati ini.
"Masalahnya belum tentu pemain yang saya siapkan itu main. Jadi siapa yang main dialah yang bertugas," tandasnya.
Hal serupa juga berlaku bagi para algojo tendangan penalti. Lagi-lagi untuk urusan yang ini, RD tak mau memberikan dengan jelas siapa pemain yang ditugaskan sebagai penendang.
"Untuk tendangan penalti, dari beberpaa ujicoba itulah gambarannya," tukasnya.

Selasa, 26 Juli 2011

Timnas Kian Dimanjakan Fasilitas


Djohar Arifin
Warna baru coba diberikan PSSI di era Djohar Arifin Husein. Salah satunya perlakuan yang diberikan pada tim nasional PSSI. Saat melawat ke Turkmenistan lalu, para pemain timnas dimanja fasilitas.  Di antaranya pemberian kenaikan uang saku serta fasilitas tiket bisnis selama penerbangan.


"Saya tanyai mereka, berapa uang saku yang diterima selama ini. Setelah tahu, langsung kami naikkan. Begitu juga dengan pemberian fasilitas bisnis. Kami berharap ini bisa naikkan kepercayaan diri pemain. Hasilnya kan nyata di lapangan. Kita mampu tahan mereka di kandangnya," tandas ketua PSSI Djohar Arifin di Surabaya, Selasa (26/7).





Sumber: goal.com

Minggu, 24 Juli 2011

Harga Tiket Indonesia VS Turkmenistan

 PSSI berencana melepas sekitar 64 ribu lembar tiket untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 antara Indonesia vs Turkmenistan. Tiket dijual dengan harga mulai Rp 30 ribu.
Ilustrasi


Seperti yang diterima detikSport dari rilis media PSSI, ada enam kategori tiket untuk pertandingan yang bakal berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (28/7/2011) itu.

Tiket termurah sekaligus dengan jumlah terbanyak adalah tiket kategori III yang dijual dengan harga Rp 30 ribu. Total ada 25 ribu tempat duduk untuk kelas ini.

Berturut-turut, tiket kategori II dihargai Rp 50 ribu dan tersedia 14 ribu lembar tiket. Tiket kategori I dijual dengan harga Rp 100 ribu dan tersedia 17.900 lembar tiket.

Untuk kelas VIP Timur, tersedia 3.500 lembar tiket yang bisa ditebus dengan harga Rp 150 ribu. Tersedia 3.200 tiket kelas VIP Barat dengan harga Rp 250 ribu dan 400 lembar tiket VVIP dengan harga Rp 500 ribu.

Pemesanan tiket bisa dilakukan sejak hari Selasa (26/7) di sekitar SU GBK. Pembeli akan mendapat voucher yang bisa ditukar dengan tiket pertandingan pada Kamis (28/7) pagi.

PSSI juga sedang mengusahakan loket-loket penjualan tiket di luar SU GBK-Senayan. Hal ini dimaksudkan agar calon penonton tidak harus terpaku pada loket di Senayan. Lokasi penjualan tiket itu akan diumumkan segera oleh PSSI.
 
Untuk Anda yang tidak mendapatkan tiket, tidak perlu khawatir karena pertandingan yang kick-off-nya direncanakan berlangsung pada pukul 19.00 WIB itu juga akan disiarkan secara langsung oleh SCTV.



Sumber: www.detik.com

Minggu, 17 Juli 2011

Kalah 1-2, Indonesia U-13 Runner Up

 Tim Yamaha Indonesia gagal mempertahankan gelar juara. "Garuda Muda" harus puas menjadi runner up setelah dikalahkan Thailand I di babak final dengan skor 1-2, Minggu (17/7/2011) sore waktu setempat.

Timnas U-13


Bertanding di Yamaha Stadium, Muang Thong Thani, kedua kubu memperlihatkan pertarungan yang sengit sejak awal.

Indonesia berhasil memimpin 1-0 melalui Aldo Prasetyo di menit 15. Pemain bernomor punggung 13 ini mengeskseskusi tendangan bebas dari jarak jauh nan cantik, hampir sejauh garis tengah lapangan untuk menyarangkan bola ke sudut kanan atas gawang tim lawan.

Thailand yang ketinggalan, meningkatkan serangannya dengan menggempur pertahanan skuad "Merah Putih". Meski begitu, serangan tim lawan belum mampu meruntuhkan "benteng" Indonesia hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Thailand I masih terus melakukan tekanan terhadap Indonesia. 

Malang buat Indonesia, mereka lantas harus kehilangan pemain belakangnya, Muhammad Alfian yang diberi kartu merah akibat dianggap mendorong pemain lawan menyusul terjadinya keributan kecil antarpemain di lapangan.

Dengan 10 pemain, Indonesia mencoba untuk bertahan dengan serangan bertubi-tubi yang terus dilancarkan oleh Thailand I. Akan tetapi tim tuan rumah akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit 56 setelah melanggar pemain tuan rumah di kotak penalti. 

Wasit langsung menunjuk titik putih dan Tanaphat Kathippathee berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Thailand I 1, Indonesia 1.

Thailand memastikan diri menggondol gelar juara setelah Kathippathe kembali menjebol gawang Indonesia yang dijaga oleh Panggih Prio Sembodo untuk membalikkan kedudukan menjadi 2-1 tiga menit kemudian.

Dari sisa waktu yang ada, Indonesia lantas mencoba untuk menyamakan skor. Sayang sekali, hingga peluit panjang wasit dibunyikan skor tak berubah dan Thailand berhak atas gelar juara.

Tim tuan rumah berhasil menempatkan satu wakilnya lagi di podium. Tim Thailand II sukses menyabet juara ketiga setelah berhasil mengatasi Vietnam dengan skor 3-1. Indonesia pun kehilangan gelar yang mereka rebut di turnamen yang sama tahun lalu.

Pelatih Indonesia, Rohmat Namung mengaku tak kecewa dengan penampilan anak-anak buahnya yang dinilainya luar biasa. 

"Hasil pertandingan ini anak-anak bermain cukup bagus. Cara mereka bertahan, menyerang sudah sesuai dengan instruksikan oleh tim pelatih," ungkap dia usia pertandingan.



Sumber: www.detik.com

Sabtu, 16 Juli 2011

Stadion Palaran, Stadion Megah Di Kota Samarinda

Selain stadion utama Gelora Bung Karno, Gelora Sriwijaya, dan Jalak Harupat, ternyata ada satu lagi stadion di Indonesia yang mempunyai kapasitas sebagai stadion mewah berskala Internasional. Stadion itu adalah stadion Palaran. Ya! Kualitas stadion Utama Palaran memang setara dengan kualitas stadion menengah di Liga Inggris.

Stadion yang berlokasi di Samarinda Kalimantan Timur ini dulu juga dipersiapkan sebagai stadion cadangan Gelora Bung Karno yang rencananya akan menggelar partai antara Manchester United melawan Timnas Indonesia. Stadion Palaran mempunyai desain yang sangat unik, yaitu membentuk dua cakra yang saling bertemu dan meruncing di bagian ujungnya. Dan satu lagi keistimewaan stadion ini adalah 100% tribunya menggunakan kursi.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7xmZqYdG8-OTcuhyuYzyrjLRviKkK4HBZ_x4pxF0G2Dmj6gmuHm6OPSciKgc3fgIWN99PH5UJZq4MqEicnMmkdl5ljitq5srb82mIu5QorAdwZcVM4VZhLuzCTcF5zt0lnBy-uhPAvuc/s400/Palaran1.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWK_A82WqfTSEoEaDCGhT0NdugR35paQaaAQ2ambsmsHT3q-KlD3zdSmkNyTVAabDCXNe_TPLaAdaCdsL8zinkoUG0HFFVaL22LZY8tq1vVl2nY-50jkY2CjJaL7ADLe1FLUcVvE-bggg/s400/Palaran4.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqlpv0wB1y1EN_AfHSTIyIaKlZdPivM4eEsYAafUaKqfViK83KNj98ha4VB-qA1QZGRLKd0EuCB7HuY7Cll10nI-Eh02T_5_2wDlxrbCAhwwBxiEOpHTi3Xf3ZEGJ9o_EVQM37k6rbv90/s400/Palaran5.jpg

http://i272.photobucket.com/albums/jj175/ecly_watchaa/25yg3.jpg





http://www.mitrakukar.com/images/desain_stadion_madya1.jpg
Stadion ini dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kaltim sebagai venue pembukaan dan penutupan PON XVII dan diresmikan sendiri oleh Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 18 Juni 2008.

Berikut adalah beberapa data dari Stadion Palaran :

Kapasitas : 50.000 penonton
Lokasi : palaran Samarinda, Kalimantan Timur
Pemilik : Pemerintah Kaltim
Rumput : Rumput alami
Biaya : 800 miliar

Di beberapa review tabloid sepak bola, stadion ini dikategorikan sebagai stadion dengan Kualitas A (hanya 8 stadion di Indonesia yang mendapat kategori kualitas A). Stadion ini juga dipercaya oleh PSSI sebagai tuan rumah partai 8 besar liga Djarum 2008.

Sumber: http://sekedar-tahu.blogspot.com/2010/05/mengenal-lebih-dekat-stadion-utama.html#ixzz1SKwZrB1G

Terima Kasih Riedl untuk Indonesia

Alfred Riedl tak bisa menutupi kekecewaannya saat harus menerima fakta dirinya diberhentikan sebagai pelatih timnas Indonesia. Padahal dia cinta dan senang bekerja di tanah air.




"Padahal saya senang di sini. Saya tak punya masalah dengan siapa pun dan saya punya kenangan indah di Indonesia," sahut Riedl kepada wartawan.

Riedl diikat PSSI, meski belakangan deal-nya disangsikan kepengurusan PSSI baru, pada tahun 2010. Sedianya kontrak dia akan berakhir pada tahun 2012 mendatang, meski kemudian diputus pada Rabu (13/7/2011) lalu.

Dalam periode singkat kepemimpinannya tersebut, Riedl sempat mencuri hati jutaan pencinta sepakbola tanah air saat mampu membawa timnas Indonesia tampil impresif di Piala AFF. Sayangnya, Indonesia gagal menuntaskan turnamen tersebut sebagai kampiun karena kalah dari Malaysia di final.

Namun, banyak pengamat menilai positif kinerja Riedl bersama timnas saat itu. Dia dianggap mampu menanamkan disiplin tinggi pada skuadnya, termasuk saat memutuskan mencoret Boaz Salossa yang dianggap indisipliner.

Riedl disanjung karena ketegasannya. Bukan sekadar hal-hal yang terkait dengan pasukannya di timnas, tapi juga termasuk saat dia sempat berseberangan pendapat dengan beberapa pengurus PSSI saat itu.

Riedl pun jadi bintang baru timnas Indonesia di samping para pemain semisal Irfan Bachdim, Firman Utina atau Cristian Gonzales.

Dan segala pengalaman yang didapat bersama timnas Indonesia dan suporter Merah Putih itu menjadi hal yang disebut Riedl memberi kesan kuat.

"Terima kasih Indonesia. Saya cinta berada di sini. Saya cocok dengan seluruh pemain dan juga pengurus. Ini menjadi bagian dari perjalanan karier saya."

"Mungkin saya akan kembali, Anda tidak pernah akan tahu. Sepak bola adalah bisnis yang gila," tuntas Riedl.

Meski saat Piala AFF dikenal tegas dan tanpa kompromi pada wartawan, Riedl membuktikan kalau dia bisa sangat ramah. Pelatih bertampang dingin itu dengan senang hati memenuhi keinginan pekerja media yang ingin berfoto bersama usai konferensi pers. Bahkan Riedl bersedia melayani sesi foto satu persatu dengan wartawan.



Sumber: www.detik.com

Tumbangkan Vietnam 4-0, Indonesia Melaju ke Final

 Tim Yamaha Indonesia berpeluang mempertahankan gelar Yamaha ASEAN Cup U-13 usai memastikan diri melangkah ke partai final setelah melewati hadangan Vietnam di laga lanjutan babak semifinal.


Dalam pertandingan di Yamaha Stadium, Muang Thong Thani, Minggu (17/7/2011) pagi, Indonesia berhasil menciptakan dua gol tambahan sehingga secara keseluruhan memenangkan pertandingan dengan skor 4-0.

Pertandingan ini merupakan laga lanjutan babak semifinal yang di hari kemarin (16/7) terpaksa ditunda akibat hujan deras. Sejumlah pemain kunci sengaja disimpan demi persiapan menuju laga final.

Indonesia kembali tampil mendominasi pertandingan. Kendati telah unggul dua gol lebih dahulu, skuad arahan Rohmat Namung ini tetap melancarkan serangan yang sangat merepotkan pertahanan lawan.

Febriza Nazri Anas memperoleh peluang emas setelah menerima umpan terobosan dari tengah lapangan untuk berhadapan dengan kiper one on one. Sayang sekali, sepakannya melenceng tipis. Begitu pun dengan Andi Abdul Azis Zulfi.

Pundi-pundi gol Indonesia akhirnya bertambah melalui Reva Adi Utama. Pemain bernomor punggung tujuh itu melepas tendangan voli cantik dari luar kotak penalti yang membuat timnya kini unggul 3-0.

Febriza kembali memperoleh dua peluang emas namun semuanya gagal dimanfaatkan striker bernomor punggung 10 itu. Yang pertama, sundulannya masih melambung tinggi usai menerima bola sepak pojok Andi dan gagal menyarangkan gol setelah lolos dari jebakanoffside.y

Keputusan memasukkan Muhammad Nur Arfah Ali yang mengganti Dandi Usman berbuah manis. Ia sukses meneruskan umpan Febriza untuk memperbesar keunggulan Indonesia menjadi 4-0, yang menjadi skor akhir pertandingan.

Di laga puncak, Indonesia akan melawan tim tuan rumah, Thailand I yang mana di semifinal memenangi "perang saudara" melawan Thailand II dengan skor tipis 1-0. 



Sumber: www.detik.com