Minggu, 10 Juli 2011

Gelora Bung Tomo, Stadion Mewah Ala Surabaya

Gelora Bung Tomo saat malam hari
Para penggemar sepak bola di Surabaya dan sekitarnya patut berbangga hati, pasalnya setelah sekian lama menunggu akhirnya stadion Gelora Bung Tomo selesai, pembangunan tersebut melalui 3 proses tahapan yaitu mulai dari pembangunan pondasi, pengerjaan stadion utama, stadion indoor, dan juga masjid.
Tampak dari sudut Gelora Bung Tomo
Akses menuju ke stadion cukup mudah, dapat melalui Bandara Juanda maupun Pelabuhan Tanjung Perak. Lokasi stadion juga mudah diakses dari segala penjuru arah. Lokasi tersebut dapat dijangkau menggunakan sarana transportasi kendaraan pribadi seperti sepeda motor, mobil maupun angkutan umum (angkutan kota dan kereta api).
Berlokasi di kawasan Benowo, Surabaya Barat, stadion utama Gelora Bung Tomo berada disuatu kompleks olah raga yang diberi nama Surabaya Sport Center (SSC), berikut diantaranya terdapat sebuah stadiun indoor, masjid, dan direncanakan memiliki stadion atletik dan sirkuit yang memiliki standart fasilitas yang tinggi. Untuk penonton, disediakan tiga kelas, diantaranya standar, VIP, dan VVIP.
Gelora Bung Tomo memiliki 21 pintu masuk di sekeliling stadion. Masing-masing pintu memiliki dua akses menuju ke tribun. Banyaknya akses itu, dirancang agar gerak penonton bisa lebih leluasa dan nyaman, pintu masuk dibuat berkelok-kelok seperti ular agar penonton tertib saat memasuki stadiun serta melewati sebuah ruangan khusus yang menjadi tempat “screening” atau tempat pemeriksaan barang bawaan.
Didalam stadion, Khusus untuk kelas standart bisa menempati kursi yang terbuat dari beton. Meski begitu, penonton tetap dibuat nyaman. Sebab, setiap “tangga” duduk penonton dirancang selebar 80 cm. Dengan demikian, penonton bisa duduk enak karena alas duduknya lebar.
Fasilitas lain yang tidak ketinggalan, tersedianya toilet yang lokasinya tidak jauh dari tempat duduk penonton. Toilet itu merata di beberapa penjuru stadion. Hal ini akan mempermudah bagi penonton.
Tempat duduk Gelora Bung Tomo
SSC juga menyediakan tempat yang khusus menjual makanan dan minuman. Lokasinya berada di lantai satu. Penonton bisa leluasa mengakses lantai satu dan tribun selama pertandingan. Lain halnya dengan penonton kelas VIP dan VVIP. Untuk kedua kelas itu, SSC menyediakan fasilitas plus. Tiket kelas VIP dijual khusus, nanti bisa beli di lokasi maupun dengan cara online. Di sana penonton kelas ini disediakan tempat duduk menggunakan kursi sejenis sofa yang empuk. Kursi tersebut menghadap langsung ke arah lapangan.
Kapasitas kelas VIP terbatas, hanya 4.370 tiket. View-nya bakal istimewa karena berada di lantai 4-7. Untuk VIP, disediakan toilet khusus yang tidak tercampur dengan penonton kelas standar.
Lain lagi penonton kelas VVIP. Penonton diberi pelayanan seperti di hotel. Kelas istimewa itu disediakan khusus untuk tamu-tamu penting seperti pejabat negara atau yang lain. Penonton kelas VVIP ditempatkan di ruangan khusus yang terpisah dari penonton lainnya.
Untuk kelas tersebut, hanya tersedia delapan ruangan. Kapasitas masing-masing ruangan beragam, bergantung kepada tipenya. Ada yang superior, ada pula yang standar. Secara keseluruhan, kelas VVIP hanya menampung 130 penonton.
Di dalam ruangan disediakan sofa dan meja layaknya ruang tamu. Masing-masing ruangan diberi pelayan yang siap menyediakan segala sesuatu yang diminta tamu tersebut. Bahkan, untuk memesan makanan dan minuman, disediakan interkom yang tersambung langsung dengan pelayan.
Stadiun Gelora Bung TomoJl. Jawar, Simpang Tiga Benowo, Pakal
Surabaya Barat
Info Stadiun Gelora Bung Tomo :
Panjang,  281,51 meter
Lebar,  203,67 meter
Tinggi,  43,22 meter
Kapasitas 55 ribu penonton
(Surabaya, City Guide)
Sumber : http://www.surabaya.go.id/berita/detail.php?id=5883Pic.http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=887278&page=18

Pemain PSM Sambut Hangat Pembatasan Legiun Asing

Dipakainya tenaga tiga pemain asing bagi satu klub Liga Primer Indonesia (LPI), tentu menyenangkan bagi para pemain lokal PSM Makassar. Setidaknya, harapan mereka untuk tampil dalam daftar sebelas inti guna berpanggung dalam kompetisi independen non-APBD itu lebih besar.


"Tiga pemain asing untuk direkrut di putaran kedua LPI sangat bagus buat tim. Ada peluang besar buat pemain lokal untuk berkembang lebih jauh karena kesempatan bermain lebih banyak," tanggap bek kiri PSM, Satrio Syam, asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), kepada wartawan di Makassar, Minggu (10/7/2011).

Syam menyebut bila talenta lokal asal Sulsel sendiri lebih diberdayakan, maka PSM tidak perlu lagi menyangsikan para pemain untuk bertarung mati-matian membela panji-panji kejayaan tim Ayam Jantan dari Timur.

Senada dengan itu, gelandang Diva Tarkas menyatakan pola permainan PSM akan lebih berwarna dengan munculnya persaingan antarpemain lokal guna mengisi skuad inti. "Tapi semua yang menentukan adalah pelatih. Asalkan tiga pemain asing yang akan direkrut kualitasnya bagus, bukan masalah," komentar Diva.

Kombinasi asing-lokal yang menghuni PSM tentu membuat tim Juku Eja lebih kuat. Seperti diketahui, kebijakan Konsorsium LPI yang memiliki otoritas selaku penyelenggara dan pemilik saham mayoritas klub-klub yang berpanggung di kompetisi independen ini menetapkan, syarat digunakannya hanya tiga pemain asing saja untuk melanjutkan putaran kedua LPI mendatang.



Sumber: www.okezone.com

Kas Hartadi-Kayamba Gumbs Duet Baru Pelatih SFC

Musim depan tak akan ada lagi nama Ivan Kolev sebagai pelatih Sriwijaya FC. Posisi pria asal Bulgaria itu digantikan Kas Hartadi dan Keith Kayamba Gumbs sebagai asistennya.


Sriwijaya FC


Terpilihnya Kas dan Gumbs ini mematahkan prediksi banyak pihak yang menyebutkan nama Jaya Hartono, Robert Rene Albert, dan Kolev sendiri sebagai kandidat kuat pelatih musim depan.

Hartadai yang adalah mantan pelatih SFC U-21 ini dianggap kompeten untuk melatih Laskar Wong Kito musim depan. Dua musim bersama SFC dianggap waktu yang cukup bagi ayah satu anak ini untuk menangani tim senior.

Kayamba yang musim lalu masih jadi pemain serta kapten tim akan menjabat asisten pelatih di bidang fisik sekaligus pemain.

Sebagai pemain, Kas yang kini berusia 38 tahun, tercatat sebagai pemain papan atas di masa Liga Indonesia bernama Galatama. Kas menjadi salah satu andalan klub Kramayuda Tiga Berlian. Dia dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan, dan dia dijuluki “Kijang dari Solo”.

Kas juga salah satu pemain Timnas Indonesia meraih emas di ajang SEA Games 1991, yang mana jadi prestasi terakhir 'Merah Putih' di level internasional.

Sementara Kas Hartadi, saat dihubungi pers, membenarkan dirinya telah dikonfirmasi pihak manajemen untuk melatih SFC mulai kompetisi 2011/2012 mendatang. Kas pun meminta doa restu dan dukungan dari suporter serta masyarakat Sumatera Selatan

“Saya minta dukungan dari suporter dan masyarakat Sumsel. Kepercayaan yang diberikan manajemen, suporter, serta masyarakat Sumsel ini merupakan amanah bagi saya di musim kompetisi menangani Sriwijaya,” tutur Kas

Sriwijaya FC Sulit Dapatkan Irfan Bachdim

Bukan perkara mudah untuk mendatangkan Irfan Bachdim ke Bumi Sriwijaya. Maklum saja, Persema Malang telah memagari pemain naturalisasi timnas itu dengan nilai yang cukup fantastis yakni Rp5 miliar.


Manajemen Persema berdalih telah mengontrak Irfan untuk tiga musim.

"Jika nilai transfer Irfan Bachdim Rp5 miliar, jelas kami tidak mampu karena terlalu tinggi," ujar Direktur Teknik PT Sriwijaya Optimis Mandiri Hendri Zainuddin di Palembang, Sabtu.

Meskipun demikian, dia tetap berharap menemukan kata sepakat dalam proses negosiasi.

"Kami masih berusaha untuk mendapatkan Irfan Bachdim, tapi sepertinya harus sedikit bersabar," kata dia.

Irfan Bachdim diharapkan dapat menambah kekuatan sektor depan "Laskar Wong Kito" pada musim depan.

Selain itu, popularitas Irfan Bachdim akan dimanfaatkan oleh manajemen SFC dalam mendongkrak jumlah penonton dan penjualan beragam merchandise.



Sumber: www.GOAL.com

Timnas U-16 Bermain Imbang Dengan Malaysia

Indonesia kembali gagal memetik kemenangan setelah bermain imbang 1-1 melawan Malaysia dalam pertandingan kedua mereka di Grup A Piala AFF U-16 di Stadion National, Vientiane, Laos, Sabtu (9/7).



Pada pertandingan lainnya di Grup A, tuan rumah Laos berhasil meraih kemenangan 2-0 atas sepuluh pemain Timor Leste, sehingga memuncaki klasemen sementara dengan nilai tiga, diikuti Indonesia yang mengumpulkan poin dua, serta Malaysia (2), Thailand (1) dan Timor Leste (1).

Pada laga berikutnya, Indonesia akan menghadapi Laos, Senin (11/7). Sedangkan Malaysia mendapat istirahat selama empat hari sebelum melawan Laos.

Indonesia menguasai permainan di pertandingan ini. Sejak pluit kick-off ditiupkan wasit asal Vietnam Hoang Anh Tuan, tim Garuda Muda langsung memperagakan permainan menyerang.

Berbagai upaya dilakukan untuk menjebol gawang Malaysia, namun penyelesaian akhir yang buruk membuat Indonesia tidak mampu melesakkan gol. Selain itu penampilan gemilang diperlihatkan kiper Mohd Mursyidin.

Laga baru berjalan delapan menit, Indonesia mendapat peluang emas melalui tandukan Zalnando, namun berhasil ditepis Mursyidin. Peluang lainnya didapat Terens Owang Puhiri. Walau hanya berhadapan dengan kiper, Terens gagal memaksimalknya, karena tendangannya masih terlalu lemah.

Indra Kelana Nasution akhirnya memecah kebuntuan lima menit sebelum babak pertama berakhir. Kali ini, tandukan Indra Kelana Nasution tidak bisa dibendung. 45 menit pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Indonesia.

Di babak kedua, Malaysia mampu memperbaiki performa mereka, dan berbalik memberikan tekanan ke pertahanan Indonesia. Hasilnya, pada menit ke-49, Malaysia berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Adam Nor Azlin.

Malaysia mencoba untuk mengubah papan skor dengan permainan agresif. Hanya saja, peluang yang diperoleh tidak membuahkan hasil manis, sehingga laga ditutup dengan skor 1-1.

Sementara itu, walau memetik kemenangan atas Timor Leste, Laos mendapatkannya dengan tidak mudah. Bahkan, Laos sudah memperoleh keuntungan ketika Timor Leste harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-36 menyusul kartu merah yang diperoleh Eusebio Pereira.

Kartu merah diberikan wasit U Win Htut (Myanmar) setelah Eusebio melakukan pelanggaran keras terhadap Armisay Kettavong. Dukungan 10 ribu fans tidak membuat Laos mmampu menjebol gawang Timor Leste.

Kebuntuan Laos baru bisa dipecahkan pada menit ke-51 melalui gol Anousay Nyavong. Sounthavone Thammada akhirnya memastikan kemenangan tuan rumah pada menit ke-70.



Sumber: www.GOAL.com

Fabregas: Indonesia Istimewa!

Gelandang Arsenal Cesc Fabregas tak begitu saja melupakan kunjungan beberapa harinya di Indonesia, Juni lalu. Melalui akun Twitternya-nya, ia memuji atmosfer sepak bola dan antusiasme pecinta sepak bola Indonesia dan Asia.

Cesc Fabregas


Memang, melalui tulisan di akun Twitter itu, Fabregas hanya berniat meminta maaf kepada penggemar karena tak bisa mengikuti tur pramusim Arsenal ke Asia.

Namun, dengan bicara soal pengalamannya mengunjungi dan melihat langsung atmosfer sepak bola Indonesia, ia telah membuat sepak bola negeri ini kian mendunia karena tulisan itu dikutip berbagai media Eropa.

"Aku minta maaf kepada semua pendukung di Asia karena aku tidak akan berada dalam rombongan tur. Setelah kembali dari Indonesia, aku tahu betapa istimewanya kalian. Aku akan menebus (ketidakhadiranku kali ini)," ujar Cesc.

Entah apakah itu berarti ia akan kembali ke Indonesia atau tidak. Yang jelas, Fabregas secara tidak langsung mengumumkan kepada dunia bahwa Indonesia punya potensi sepak bola besar, baik dari segi kualitas pemain maupun bisnis. Dengan begitu, Indonesia punya kewajiban moral mengamini pernyataan Fabregas.

Kebetulan, PSSI juga baru memiliki ketua baru, yaitu Djohar Arifin. Sebagai pemegang otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia, Djohar adalah pengemban kewajiban moral bangsa ini kepada Fabregas. Tidak perlu muluk-muluk bicara soal pentas dunia. Asal tidak membuat Fabregas kecewa dan tidak disebut pembohong saja, itu sudah berarti banyak untuk Indonesia.

Selamat bekerja, Pak Djohar!

Saleh Mukadar Siap Bila Jadi Sekjen PSSI

Saleh Mukadar
Salah satu anggota kelompok 78, Saleh Mukadar menyatakan siap jika benar ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal PSSI periode 2011-2015. Posisi Sekjen saat ini diduduki oleh Djoko Driyono.


Namun pria yang menjabat CEO PT Liga Indonesia ini hanya berstatus pejabat sementara. Dengan terpilihnya kepengurusan baru, tentu posisi Djoko akan kembali dipertimbangan.

"Jika terpilih sebagai Sekjen, saya akan meninggalkan seluruh jabatan saya di partai politik. Karena saya ingin PSSI diurusi oleh orang yang bukan politisi," ujar Saleh kepada wartawan.

Saleh mengungkapkan bahwa saat ini belum ada calon yang disiapkan oleh pihaknya. "Belum, kita belum ada calon. Kalau mau mendaftar silahkan saja," katanya.

Ia juga mengungkap bahwa jabatan Sekjen bukan jabatan yang tertinggi dalam PSSI. "Yang mengurusi PSSI itu anggota, bukan Sekjen. Kalau selama inikah Sekjen yang berkuasa. Itu salah kaprah dan ingin kita ubah," tutur Saleh yang mundur dari pencalonan anggota Komite Eksekutif.